Showing posts with label Wajah Duniaku. Show all posts
Showing posts with label Wajah Duniaku. Show all posts

Wednesday, 27 April 2011

Penemuan Bahtera/Perahu Nuh diragukan 2

INILAH.COM,
Jakarta- Munculnya
klaim yang
mengatakan kapal
Nabi Nuh telah
ditemukan di
Gunung Ararat
Turki dibantah oleh
berbagai peneliti.
Banyak website yang
ramai membicarakan
klaim bantera Nabi
Nuh telah ditemukan
di Gunung Ararat,
Turki.
Penemu yang
dipimpin oleh
kelompok evangelis,
mengatakan yakin
99,9% struktur kayu
yang ditemukan di sisi
gunung itu
merupakan bagian
dari kapal yang
disebutkan dalam
kitab suci.
Kapal itu dikatakan
yang menampung
keluarga Nabi Nuh
serta berbagai hewan
selama kejadian banjir
besar pada 4800
tahun lalu.
Namun peneliti yang
telah menghabiskan
beberapa dekade
untuk mempelajari
daerah tersebut,
membantah
penemuan kapal Nabi
Nuh itu.
Anda harus
mengeluarkannya
dari konteks kitab
suci, ujar Paul
Zimansky, arkeolog
dan ahli sejarah di
Srony Book University
yang mengambil
spesialisasi sekitar
wilayah Timur,
khususnya wilayah
sekitar Ararat, dikenal
dengan nama Urartu.
Arkeolog lain, Peter
Ian Kuniholm yang
fokus dengan Turki
selama beberapa
dekade bahkan
mengatakannya
secara lebih langsung
laporan penemuan ini
adalah tipuan.
Zimansky
menekankan
berdasarkan Kitab
Suci, Gunung Urartu
(atau Ararat) sebagai
tempat mendarat dari
kapal tersebut,
namun tidak
disebutkan secara
spesifik.
Selama beberapa
tahun, Gunung Ararat
dengan tinggi 16.946
kaki serta memiliki
formasi bebatuan
Durupinar yang
berbentuk mirip kapal
telah menjadi tempat
favorit bagi para
pencari kapal Nuh ini.
Pihak lain mencari
bukti kapal itu di
wilayah kejadian
banjir yaitu Laut
Hitam, Turki, atau
Iran.
Laporan dari
kemunculan bahtera
Nabi Nuh ini
setidaknya hadir
setiap 2 tahun, serta
tidak selalu berada di
tempat yang sama.
Laporan terakhir yang
diumumkan kemarin
menyangkut lanjutan
ekspedisi di tahun
2007 dan menemukan
struktur interior gua
kayu yang tidak biasa
di kaki lereng Ararat
di ketinggian 14.700
kaki.
Penelitian ini
dilakukan oleh Noahs
Ark Ministries
International yang
berbasis di Hongkong.
Pemimpin peneliti
China-Turki ini
mengatakan jenis
kayu yang mereka
temukan dari struktur
di Ararat itu
berdasarkan
perhitungan karbon
diperkirakan berumur
4.800 tahun

Penemuan Bahtera/Perahu Nuh diragukan 1

Sekelompok
komunitas Kristen
China mengumumkan
penemuan bahtera
Nabi Nuh di
ketinggian 4.000
meter di Gunung
Ararat, Turki.
Tim peneliti yang
tergabung 'Noah's
Ark Ministries
International'
tersebut yakin 99,9
persen bahwa apa
yang mereka
temukan adalah kapal
yang menurut kitab
suci beberapa agama
dibangun oleh Nabi
Nuh sebelum
bencana banjir
bandang
mahadahsyat
mengapus ras umat
manusia berdosa.
Fox News, Jumat 30
April 2010,
menyebutkan,
penemuan di Gunung
Ararat di Turki
tersebut bisa jadi
memang benar kapal
Nabi Nuh, tapi bisa
juga salah.
Kalaupun tidak
terbukti bahwa itu
adalah kapal Nabi
Nuh, mereka yang
percaya tidak akan
berhenti mencari di
tempat lain.
Beberapa orang
berpendapat bahwa
kayu kapal yang
diambil gambarnya
tidak cukup kuno,
tidak ada gambar
lokasi untuk
memverifikasi situs
itu, tidak ada pakar
independen yang
melihat data tersebut,
dan tidak ada bukti
bahwa di Bumi
pernah terjadi banjir
dahsyat.
Orang-orang yang
paling tidak percaya
pada penemuan
tersebut justru para
pakar kitab suci yang
juga memiliki
keyakinan bahwa
bahtera Nuh memang
eksis dan bisa
ditemukan, tetapi
tidak percaya dengan
penemuan tim
peneliti China.
Dr. John Morris,
arkeolog kawakan
Institute for Creation
Research, bahkan
menuding penemuan
tersebut sebagai
sebuah kebohongan.
Morris telah
memimpin 13
ekspedisi ke Gunung
Ararat untuk mencari
kapal yang disebut
dalam kitab suci. Dia
mengetahui dengan
pasti lokasi di Ararat,
dan menyebut
penemuan para
peneliti China
tersebut merupakan
penipuan.
Dr. Randall Price,
kepala Studi
Yudaisme di Liberty
University, Virginia,
Amerika Serikat, dua
tahun lalu pernah
menjadi anggota tim
Noah's Ark Ministries
International. Dia
keluar dari proyek
tersebut karena
merasa ada pihak
tertentu yang
mengambil
keuntungan dari
proyek dengan
menjadikan proses
pencarian bahtera
Nuh sebagai industri
pariwisata.
Morris dan Price
dikontak oleh tim
China untuk ikut serta
dalam konferensi pers
untuk mengumumkan
penemuan mereka
beberapa hari lalu.
Namun, Morris dan
Price menolak dengan
alasan, terlalu sedikit
bukti yang diperoleh.
Profesor Porcher
Taylor dari University
of Richmond juga
yakin itu bukan
bahtera Nuh yang
sebenarnya. "Mereka
menggali di lokasi
yang salah di Gunung
Ararat," kata Taylor.
Menurut Taylor,
gambar satelit dari
sebuah wilayah
sekitar setengah mil
jauhnya dari lokasi
tim China
menemukan kapal,
menunjukkan sebuah
kawasan yang disebut
"anomali Ararat",
sebuah wilayah yang
membangkitkan
minat komunitas
intelijen AS selama
bertahun-tahun. "Bila
sisa-sia kapal Nuh
memang di Gunung
Ararat, satu-satunya
lokasi yang paling
logis adalah di
anomali Ararat, dan
bukan di lokasi di
mana pengakuan
sensasional itu
dikeluarkan oleh
kelompok itu," kata
Taylor.
Bagaimanapun juga,
para arkeolog
tersebut yakin bahwa
banjir bandang
pernah menerjang
Bumi dan bahwa
bangkai kapal Nabi
Nuh ada di Gunung
Ararat, meski di lokasi
berbeda dengan yang
ditemukan tim China.
Apapun itu, Morris,
Price, Taylor, dan
banyak ahli lain, tetap
kembali ke Gunung
Ararat dengan
harapan akan
menemukan sesuatu
yang mereka
percayai.

Penemuan Bahtera/Perahu Nuh

Di sebuah gunung yg
sentiasa diselimuti
salju yg terletak di
Timur Turki,
tersembunyi sebuah
misteri "berharga"
yang berusia lebih
dari 5000 tahun.
Peninggalan sejarah
yg maha berharga itu
bukan saja menarik
minat para pengkaji
Sejarah saja, namun
pihak penyelidik US
seperti CIA/KGB pun
mencoba untuk
melakukan penelitian
disana. Sejauh ini CIA
telah menggunakan
satelite dan pesawat
'Stealth' utk
mengambil gambar
objek yg terdampar
di puncak gunung
tersebut.
Gambar2 itu telah
menjadi "rahasia
besar" dan tersimpan
rapi dengan kawalan
yg ketat bersama
dengan "rahasia2"
penting yg lain di
Pentagon. Sudah
beratus2 orang
mencoba untuk
mendaki Gunung
Aghi-Dahl yg kerap
dijuluki juga sebagai
"Gunung
Kesengsaraan" atau
dengan nama peta-
nya yaitu Mount
Ararat, namun hanya
beberapa2 orang saja
yang berhasil
menaklukannya.Sebagian
lagi selebihnya
hanyalah menambah
deretan panjang
pendaki-pendaki yang
menjadi korban
keganasannya.
Hingga hari ini, hanya
ada beberapa orang
pendaki yg dapat
sampai ke puncak
Mt.Ararat sekaligus
dapat menyaksikan
dgn mata kepala
sendiri sebuah artifak
yg 'mahaberharga'
tersimpan abadi
dipuncaknya.
Lalu apakah
sebenarnya artifak
"mahaberharga" yang
terkubur selama
ribuan tahun di
puncak Ararat itu?
Yup,menurut para
ahli kepurbakalaan,
mereka menafsirkan
bahwa artifak dengan
dimensi yang sangat
besar tersebut tak
lain adalah The Great
Noah Ark (Perahu/
Bahtera Nabi Nuh)!
Seperti yang kita
ketahui bahwa The
Great Pyramid of
Giza, Mesir telah
terkubur didalam
tanah selama kurang
lebih 2000 tahun
lamanya sebelum
ditemukan dan
dilakukan penggalian
terhadapnya.
Begitu pula halnya
dengan The Great
Noah Ark ,sebelum
terjadinya sebuah
gempa bumi hebat
yang melanda daerah
itu pada 2 Mei 1988
silam ,artifak tersebut
tertimbun di bawah
salju hampir selama
5000 tahun lamanya
tanpa ada yang
mengetahui bahwa
sebenarnya tersimpan
sebuah rahasia besar
didalamnya.
Sebenarnya, zaman
Nabi Noah AS dulu
tidaklah seprimitif yg
kita semua
bayangkan. Pada
hakikatnya
pengetahuan Sains
dan teknologi mereka
sudah maju pada
masa itu.
Contohnya dari
beberapa hasil
temuan di kaki Mount
Ararat, Para Pengkaji
dan Scientist Russia
telah menemui lebih
kurang 500 kesan
artifak batu baterai
elektrik purba yg
digunakan utk
menyadurkan
logam.Tentunya
temuan tersebut bisa
membuktikan bahwa
masyarakat zaman
Nabi Noah/Nuh telah
mengenal listrik.
Mengikut perkiraan
para ahli ,Nabi Noah
AS kira-kira memulai
membangun
bahteranya pada
tahun 2465 B.C dan
hujan lebat baru
turun dan mengguyur
bumi selama
bertahun- tahun
sehingga
mengakibatkan
munculnya air bah
maha dasyat yang
rata-rata dapat
mengahiri sebagian
populasi manusia
dimuka bumi
diperkirakan terjadi
pada 2345 B.C
Rupa bentuk dari The
Great Noah Ark itu
sendiri sebenarnya
tidak sama dengan
bentuk kapal laut
masa kini pada
umumnya. Menurut
para peneliti dan
pendaki yg pernah
melihat langsung
"Noah Ark" di puncak
Mt.Ararat serta
beberapa image yang
diambil dari
pemotretan
udara,The Great
Noah Ark memang
merupakan sebuah
bahtera yang
berdimensi sangat
besar dan kokoh.
Kontruksi utamanya
tersusun oleh susunan
kayu dari species
pohon purba yg
memang sudah tidak
bisa ditemui lagi
didunia ini alias sudah
punah.Pengukuran
obyek yang ditandai
mempunyai altitude
7.546 kaki dengan
panjang dari bahtera
kurang lebih 500
kaki,83 kaki lebar,dan
50 kaki tinggi.
Ada juga Para
Pengkaji
berpendapat,"Noah
Ark" berukuran lebih
luas dari sebuah
lapangan sepak bola.
Luas pada bagian
dalamnnya cukup utk
menampung ratusan
ribu manusia.Jarak
dari satu tingkat ke
satu tingkat lainnya
ialah 12 hingga ke 13
kaki. Sebanyak
kurang lebih ribuan
sampai pulahan ribu
balak kayu digunakan
untuk
membangunnya.
Totalnya,terdapat
kurang lebih ratusan
ribu manusia dan
hewan dari berbagai
species yang ikut
menaiki bahtera
ini,Mengikuti kajian
dari Dr.Whitcomb,
kira2 terdiri 3.700
binatang mamalia,
8.600 jenis itik/
burung,6300 jenis
reptilia,2500 jenis
amfibia yg menaiki
The Great Noah Ark
tersebut,sisanya
adalah para kaum
Nabi Nuh yang
percaya akan ajaran
yang dibawanya.Total
berat kargo/muatan
bahtera itu
keseluruhan mungkin
mencapai kurang
lebih 24,300 ton.
Di sekitar obyek
tersebut, juga
ditemukan sebuah
batu besar dengan
lubang pahatan. para
peneliti percaya
bahwa batu tersebut
adalah "drogue-
stones", di mana
pada zaman dahulu
biasanya dipakai pada
bagian belakang
perahu besar untuk
menstabilkan perahu.
Radar dan peralatan
mereka menemukan
sesuatu yang tidak
lazim pada level "iron
oxide" atau seperti
molekul baja.
Struktur baja tersebut
setelah dilakukan
penelitian bahwa jenis
"vessel" ini telah
berumur lebih dari
100.000 tahun, dan
terbukti bahwa
struktur dibuat oleh
tangan manusia.
Mereka percaya
bahwa itu adalah
jejak pendaratan
perahu Nuh.
Beberapa sarjana
berpendapat bahwa
kemungkinan besar
'Noah Ark' ini
dibangun disebuah
tempat bernama
Shuruppak, yaitu
sebuah kawasan yg
terletak di selatan
Iraq.
Jika ia dibangun di
selatan Iraq dan
akhirnya terdampar
di Utara
Turkey,kemungkinan
besar bahtera
tersebut telah
terbawa arus air
sejauh kurang lebih
520 Km.
Mount Ararat
Mt.Ararat itu sendiri
bukanlah sembarang
gunung,ia adalah
sebuah gunung yg
unik. Diantara salah
satu keunikan yg
terdapat pada
gunung ini ialah, pada
setiap hari akan
muncul pelangi pada
sebelah utara puncak
gunung itu.
Mt.Ararat
ini
ialah
salah
satu
gunung
yg
mempunyai
puncak
yg
terluas
di muka bumi ini.
Statusnya juga
merupakan puncak
tertinggi di Turki yaitu
setinggi 16,984 kaki
dari permukaan air
laut.Sedangkan
puncak kecilnya
setinggi 12,806
kaki .Jika kita berhasil
menaklukkan puncak
besarnya ,kita dapat
melihat 3 wilayah
negara dari atasnya,
yaitu "Russia,Iran, dan
Turkey".
Sebuah "batu nisan"
yg didakwa
kepunyaan nabi Nuh
AS telah dijumpai di
Mt.Lebanon di Syria.
Batu nisan itu
berukuran 120 kaki
panjang.
Pada tahun
1917,Maharaja Russia
Tsar Nicholas II
mengirim sejumlah
150 org pakar dari
berbagai bidang yg
terdiri dari
saintis,arkeolog dan
tentara untuk
melakukan
penyelidikan terhadap
The Great Noah Ark
tersebut. Setelah
sebulan, tim ekspedisi
itu baru sampai ke
puncak Ararat. Segala
kesukaran telah
berhasil mereka
lewati, dan akhirnya
menemukan perahu
Nuh tersebut. Dalam
keadaan terkagum,
mereka mengambil
gambar sebanyak
mungkin Dalam
keadaan terkagum,
mereka mengambil
gambar sebanyak
mungkin. Mereka
mencoba mengukur
panjang perahu Noah
dan didapati
berukuran panjang
500 kaki, lebar 83
kaki dan tinggi 50
kaki, sebagian lainnya
tenggelam di dalam
salju.
Hasil dari perjalanan
itu dibawa pulang
dan mau diserahkan
kepada Tsar,
malangnya sebelum
sempat melaporkan
temuan itu ke tangan
kaisar, Revolusi
Bolshevik Komunis
(1917) meletus.
Laporan itu akhirnya
jatuh ke tangan
Jenderal Leon
Trotsky. Sehingga
sampai sekarang
masih belum
diketahui, apakah
laporan itu masih
disimpan atau
dimusnahkan.
Sumber dari
beberapa situs

Menyingkap Misteri Bahtera/Perahu Nuh

Apakah kisah perahu
besar Nuh yang
tercatat dalam kitab
suci merupakan
peristiwa nyata atau
mitos? Selama ini
para ahli dan sarjana
selalu berdebat, tidak
sedikit yang
beranggapan, bahwa
hingga saat ini sisa-
sisa peninggalan
perahu Nuh
masih tersimpan di
puncak gunung
Ararat Turki. Menurut
laporan media cetak
Amerika pada 26
April 2004, sebuah
tim peneliti
beranggotakan 10
orang yang dibentuk
oleh petualang
Amerika dan Turki
akan mendekati
puncak gunung yang
misterius itu pada Juli
tahun ini, untuk
mencari jejak “perahu
besar Nuh” (The
Great Noah Ark).
Untuk menyingkap
misteri perahu Nuh di pegunungan
Ararat tersebut, tim
gabungan ini akan
mengirimkan
penyelidik yang
terampil. Diperkirakan
mereka akan
memasuki gunung
Ararat pada 15 Juli
2004, dan akan
menjalankan operasi
penyelidikan yang
berlangsung selama
sebulan. Penanggung
jawab tim tersebut
yakni Daniel P.
McGivern
mengatakan, “Kami
tidak akan menggali
benda misterius itu,
lebih-lebih tidak akan
mengambil artefak
apa pun, atau
membuat sebuah
perahu palsu di sana.
Kami hanya akan
mengambil gambar di
sana, untuk
diperlihatkan kepada
kalian akan keadaan
dan kondisi yang
sebenarnya di sana.”
McGivern, pimpinan
The Trinity
Corporation of
Honolulu, Hawaii
mengatakan, bahwa
sebelum mereka
memasuki
pegunungan Ararat,
para anggota tim
masih harus
melakukan sejumlah
besar persiapan kerja,
seperti misalnya,
mempelajari data-
data yang
berhubungan dengan
ciri geografis dan
bentuk permukaan
bumi serta adat
istiadat humanisme di
daerah sekitar
gunung Ararat.
Menurutnya, problem
terbesar yang
dihadapi mereka saat
ini adalah bagaimana
mengadakan
komunikasi dengan
penduduk asli
setempat. Karena
gunung-gunung yang
tinggi itu dianggap
keramat oleh para
penduduk asli
setempat, dan
mereka yakin akan
eksistensi “Perahu Nuh”, oleh
karena itu selama
berabad-abad,
mereka tidak pernah
bersedia
menceritakan tentang
misteri yang
berhubungan dengan
gunung-gunung itu
kepada orang luar.
Kalau mereka berhasil
mendekati apa yang
diduga sebagai
struktur raksasa
setinggi 45 kaki, lebar
75 kaki dan
panjangnya sampai
450 kaki yang sempat
tersingkap akibat
gelombang panas
dahsyat yang
melanda Eropa pada
musim panas yang
baru lalu, itu berarti
akan memperkuat
dugaan sebelumnya.
Sebagian besar
anggota tim
penyelidik
mengatakan, bahwa
bagi mereka yang
memahami kitab Injil,
jika keberadaan
“ Perahu Nuh”
benar-benar terbukti,
maka itu akan
menjadi simbol
legendaris sepanjang
sejarah manusia, dan
menjadi sebuah rekor
perkembangan
evolusi manusia.
Seperti diketahui
kisah Nuh dan
perahunya yang
selamat dalam banjir
besar tercantum
dalam Alkitab dan Al-
Qur ’an.
Penemuan Awal
Sebenarnya,
pencarian terhadap
perahu Nuh
sudah cukup lama
dilakukan. Setahun
setelah terjadi gempa
bumi dan letusan
gunung berapi
dahsyat pada 2 Mei
1883 yang telah
memorak-
porandakan kampung
di kaki gunung Ararat,
kerajaan Turki
mengirim tim
ekspedisi untuk
melihat akibat yang
ditimbulkannya.
Kapten Gayscoyne,
duta Inggris di
Istambul, turut dalam
ekspedisi itu. Saat itu
mereka melihat
“ Perahu Nuh”.
Bukan itu saja,
mereka juga dapat
masuk dan mengukur
perahu purba itu.
Namun mereka tidak
dapat mengukur
dengan tepat dan
lengkap karena
sebagian darinya
diselimuti es dan
hanya 20 hingga 30
kaki saja yang
menjulur keluar.
Diketahui perahu itu
dibuat dari balok
kayu yang sudah
tidak tumbuh lagi di
bumi.
Menindaklanjuti
temuan itu, pada
1917, Kaisar Rusia
Tsar Nicholas II telah
mengirim 150 orang
pakar dari berbagai
bidang dan tentara
untuk mencari dan
menyelidiki perahu Nuh. Setelah
sebulan, tim ekspedisi
itu baru sampai ke
puncak Ararat. Segala
kesukaran telah
berhasil mereka
lewati, dan akhirnya
menemukan perahu
Nuh tersebut. Dalam
keadaan terkagum,
mereka mengambil
gambar sebanyak
mungkin. Mereka
mencoba mengukur
panjang perahu Nuh
dan didapati
berukuran panjang
500 kaki, lebar 83
kaki dan tinggi 50
kaki, sebagian lainnya
tenggelam di dalam
salju.
Hasil dari perjalanan
itu dibawa pulang
dan mau diserahkan
kepada Tsar,
malangnya sebelum
sempat melaporkan
temuan itu ke tangan
kaisar, Revolusi
Bolshevik Komunis
(1917) meletus.
Laporan itu akhirnya
jatuh ke tangan
Jenderal Leon
Trotsky. Sehingga
sampai sekarang
masih belum
diketahui, apakah
laporan itu masih
disimpan atau
dimusnahkan.
Pada 1949, pilot Rusia
Lotskovitsky juga
mengambil foto
“ Perahu Nuh”.
Foto tersebut
menunjukkan sebuah
bintik gelap yang
samar-samar tampak
di bawah lapisan es
yang tebal di puncak
gunung, karena itu
tidak sedikit ahli yang
curiga bahwa itulah
perahu Nuh.
Tahun 1957,
beberapa pilot
Angkatan Udara Turki
sempat menyelidiki
puncak Ararat, dan
mendapati obyek di
Provinsi Agri
menunjukkan bentuk
sebuah perahu.
Namun, karena
perang dingin Uni
Soviet vs. AS,
penemuan itu tidak
ditindaklanjuti dengan
alasan “mencegah
mata-mata AS
mendekat ”, Uni
Soviet melarang
pesawat setiap negara
memasuki di sekitar
pegunungan Ararat.
Larangan itu baru
dicabut pada 1982,
dan sejak itu berbagai
tim ekspedisi mulai
berdatangan lagi,
namun tidak ada
yang mampu
membuktikan.
Ada juga cerita tragis
pada 1960-an.
Seorang pengusaha
minyak menumpang
helikopter di bagian
utara gunung Ararat
untuk urusan bisnis.
Tiba-tiba ia terkejut
melihat satu kotak
besar yang panjang
menyerupai perahu.
Ia kemudian
menyuruh pilotnya
mendekati obyek itu
untuk mengambil
beberapa gambar.
Dengan rasa bangga,
ia memperlihatkan
gambar-gambar yang
telah diambilnya itu
pada semua rekan-
rekannya di Timur
Tengah dan Amerika.
Pada saat yang sama
ia mencoba mencari
bantuan dana untuk
menjalankan ekspedisi
mencari “Perahu Nabi
Nuh”. Karena tidak
mendapat dana, ia
kecewa dan akhirnya
pergi ke British
Guyana membuka
tambang minyak.
Pada 27 Desember
1962, pengusaha itu
ditemukan mati
dibunuh dengan
keadaan tubuh
terapung di kolam
renang hotel. Dalam
laporan pada polisi,
seorang kawan
baiknya mengatakan
bahwa lemari tempat
menyimpan semua
foto “Perahu Nabi
Nuh” telah digeledah
orang 10 hari
sebelum kejadian.
Gambar perahu Nuh
telah hilang. Kawan-
kawan baik
pengusaha itu
mengaku bahwa
mereka telah melihat
foto hitam putih
"Perahu Nabi Nuh"
yang berukuran 8 x
10 inci. Dan tidak
menolak
kemungkinan ia
dibunuh karena foto
tersebut.
Baru kemudian pada
1995, analis gambar
satelit Amerika Bolsey
Taylor mulai
memperhatikan
obyek misterius yang
disebut “keajaiban
gunung Ararat” itu. Ia
menghabiskan
beberapa tahun
lamanya,
mengumpulkan
sejumlah besar
gambar dari satelit,
dan mengklasifikasi
foto satelit tersebut,
akhirnya didapati,
bahwa itu adalah
sebuah benda raksasa
yang panjangnya 180
meter. Namun,
mereka juga tidak
tahu persis benda apa
sebenarnya,
menurutnya bisa saja
itu merupakan
benteng kuno Turki,
atau mungkin
reruntuhan sebuah
pesawat, dan
kemungkinan juga itu
adalah “Perahu Nabi
Nuh”.
Hingga akhirnya
Porcher Taylor, ahli
satelit mata-mata,
merasa terpanggil
untuk ikut mencari
kapal Nuh tersebut.
Taylor adalah lulusan
Akademi Militer West
Point AS yang khusus
sejak lama mendalami
bidang satelit mata-
mata. Sejak sembilan
tahun lalu rupanya
sudah mulai meneliti
keanehan yang terjadi
di sekitar gunung
Ararat Turki ketika ia
bertugas memata-
matai negara-negara
yang berbatasan
dengan Uni Soviet .
Taylor sekarang
bekerja sama dengan
perusahaan satelit
pengintai komersial
Quick Bird, dan mulai
lagi melakukan
pemotretan di sekitar
gunung Ararat.
Sayangnya, foto yang
diambil sekarang
masih kurang detail
karena dari beberapa
pengambilan gambar
di sekitar gunung
tersebut terlalu
mendung. Setidaknya
usaha Taylor menjadi
sebuah harapan besar
umat manusia
menemukan salah
satu kebesaran Tuhan
yang hilang.
Sekitar tiga tahun
lalu, seperti ditulis G.
Joseph, arkeolog Ron
Wyatt dan David
Fasold menyatakan
telah menemukan
pendaratan “Perahu
Nabi Nuh”. Penemuan
ini menyatakan juga
bahwa jejak itu tidak
berada di puncak
Ararat tetapi sekitar
20 mil dari puncak
Ararat, dekat sisi dari
Turki dan Iran. Tetapi
mereka percaya
bahwa pasti benar
apa yang dikatakan
Alkitab bahwa
bahtera Nuh
mendarat di puncak
Ararat. Pergeseran
tanah selama ribuan
tahun, gempa bumi,
adanya gunung baru,
dapat mengakibatkan
bergesernya lokasi
pendaratan tersebut
dari puncak gunung
Ararat ke posisi
sekarang.
Lihat gambar berikut,
adalah penandaan
yang dilakukan oleh
para arkelog. Karena
dengan mata
telanjang, tanda
tersebut sama sekali
tidak akan tampak.
Penandaan tersebut
diambil dari sebuah
radar khusus untuk
mengidentifikasikan
struktur tanah yang
membentuk suatu
obyek. Pengukuran
obyek yang ditandai
mempunyai altitude
7.546 kaki.
Panjangnya, 558 kaki,
dan lebarnya 148
kaki. Ukuran tersebut
hampir tepat seperti
dalam Alkitab di
mana Allah
memerintahkan Nuh
untuk membuat suatu
perahu yang besar. Di
sekitar obyek
tersebut, juga
ditemukan oleh Ron
Wyatt sebuah batu
besar dengan lubang
pahatan.
Mereka percaya
bahwa batu tersebut
adalah “drogue-
stones”, di mana
pada zaman dahulu
biasanya dipakai pada
bagian belakang
perahu besar untuk
menstabilkan perahu.
Radar dan peralatan
mereka menemukan
sesuatu yang tidak
lazim pada level “iron
oxide” atau seperti
molekul baja.
Struktur baja tersebut
setelah dilakukan
penelitian bahwa jenis
“ vessel” ini telah
berumur lebih dari
100.000 tahun, dan
terbukti bahwa
struktur dibuat oleh
tangan manusia.
Mereka percaya
bahwa itu adalah
jejak pendaratan
perahu Nuh.
Peninggalan
prasejarah yang
berharga itu bukan
saja menarik minat
para peneliti sejarah
malah pihak intelijen
seperti CIA/KGB pun
pernah mencoba
menyelidikinya. Pihak
CIA telah
menggunakan satelit
dan pesawat Stealth
untuk mengambil
gambar obyek yang
diduga perahu Nuh
itu. Gambar-gambar
itu telah menjadi
“ rahasia besar” dan
disimpan rapi dengan
penjagaan yang
sangat ketat bersama
dengan “rahasia-
rahasia” penting
lainnya di Pentagon.
Sumber :
erabaru.or.id