http://
bangloho.wordpress.com/2007/12/05/
sekilas-tentang-
silalahiraja/
Dalam turasi dan
tarombo Raja
Silahisabungan dan
merupakan berita
turun-menurun bahwa
cucu Raja
Silahisabungan
bernama Sibursokraja
dari Silalahi Nabolak
pergi ke Pengururan
Samosir,
keturunannyalah
marga Silalahi yang
tinggal di sana.
Pada Musyawarah
besar warga
Silahisabungan tahun
1967 di Silalahi
muncul yang berasal
dari Tolping dan
Pangururan tanpa
mendalami social
kultur dan territorial
marga Silalahi.
Dalam pernyataan
mereka, Silahi Raja
lahir di Pangururan
dan anaknya tiga
orang, yaitu :
1. Siraja Tolping,
keturunannya marga
Silalahi yang tinggal di
Tolping Ambarita.
2. Sibursokraja,
keturunannya marga
Silalahi yang tinggal di
Pangururan.
3. Siraja Bunga –bunga
atau Siraja Parmahan,
Keturunannya marga
Silalahi yang tinggal di
Balige.
Karena pernyataan di
atas tidak relevan
dengan turasi Raja
Silahisabungan dari
Silalahi Nabolak maka
perlu pelurusan
sejarah dengan tidak
menyalahkan siapa –
siapa. Untuk mencari
solusi yang terbaik di
bawah ini dijelaskan
hasil penelitian
tentang :
1. Keadaan bius
Tolping di Ambarita
Samosir.
2. Kedudukan marga
Silalahi di Bius
pengururan
3. Pengertian Dolok
Parmasan di pulau
Samosir
4. Sejarah
pembangunan tambak
(makam) di Dolok
Parmasan.
Bius tolping yang
terdapat di negeri
Ambarita adalah
campuran berbagai
marga, di antaranya :
1. Raja Bona ni Ari,
dipangku marga
Sihaloho
2. Raja Pande
Nabolon, dipangku
marga Silalahi
3. Raja Panuturi,
dipangku marga
Silalahi
4. Raja Panullang,
dipangku marga Sigiro
5. Raja Bulangan,
dipangku Marga
Sidabutar (Nai
Ambaton)
6. Raja Pangkombari,
dipangku marga
Siallagan
Kampung (huta di bius
Tolping masih minim
dibandingkan dengan
Bius lain di pulau
Samosir. Kampung
yang terdapat di
Tolping adalah:
1. Lumban Sihaloho
2. Lumban Sigiro
3. Lumban
Parnomangan
4. Lumban Sidabutar
5. Lumban Silalahi
6. Lumban Dolok
7. Lumban Barat
8. Lumban Rihit
9. Lumban Siallagan
10. Lumban Siadang
Aek
11. Lumban
Parhorasan
12. Lumban Sinaborno
13. Lumban Tonga –
tonga
14. Lumban Tinggi
15. Huta Tolping-
tolping
16. Huta Siarsam Sada
17. Huta Siarsam Dua
18. Huta Siarsam Tolu
19. Lumban Batu
20. Sosor Galung
Tingkat kekerabatan
bedasarkan mitos
masih rendah, hanya
terdapat tingkat
Pangulu Balang dan
Homban.
1. KEDUDUKAN
MARGA SILALAHI DI
BIUS PANGURURAN
Kedudukan marga
Silalahi di Bius
Pangururan masih
rendah, karena
termasuk marga
pendatang. Marga
Tanah (Partano Golat)
di Pangururan yang
disebut Sitolu Hae
Horbo adalah :
1. Marga Naibaho
2. Marga Sitanggang
3. Marga Simbolon
Dari marga tanah ini
terbentuk Raja partali
dari cabang tiap – tiap
marga atau marga
pendatang yang
masuk marga tanah,
misalnya :
1. Dari marga
Naibaho, dibentuk
Raja Partali Naibaho
Siahaan, Hutaparik,
Sitangkaraen,
Sidauruk, dan Siagian.
2. Dari Marga
Sitanggang, dibentuk
Raja Partali
Sitanggang,
Sigalingging, Malau,
dan Sinurat.
3. Dari Marga
simbolon, dibentuk
Raja Partali Simbolon,
Tamba, Nadeak, dan
Silalahi.
Hubungan
kekerabatan marga
Silalahi dengan marga
Sibolon masih rendah
tingkatnya karena
marga Silalahi adalah
Boru Natua – tua dari
Siboluntuan saja, tidak
semua marga
Simbolon margelleng
(marboru) kepada
marga Silalahi di
Pangururan.
3. PENGERTIAN
DOLOK PARNASAN DI
PULAU SAMOSIR
Di pulau Samosir pada
umumnya setiap bius
memiliki dolok
Parmasan. Dolok
Parmasan disebut juga
tano Parholian tempat
pemakaman kembali
tulang belulang nenek
moyang sesuatu
marga yang ada di
bius itu.
Di dolok Parmasan
pangururan terdapat
kurang lebih 30 (tiga
puluh) makam
(tambak), salah
satunya makam
(tambak) nenek
moyang marga Silalahi
yang ada di Bius
Pangururan.
4. SEJARAH
PEMBANGUNAN
TAMBAK (MAKAM) DI
DOLOK PARMASAN
Seiring dengan
pembangunan Tugu
Makam Raja
Silahisabungan di
Silalahi Nabolak,
oknum-oknum marga
Silalahi yang
meninggalkan
Musyawarah Besar II
tahun 1968,
membentuk Panitia
pembangunan tambak
Raja Silahisabungan
yang disebutkan
terdapat di dolok
Parmasan Pangururan.
Sehingga marga –
marga di Bius
Pangururan tidak
mengetahui dan tidak
mencampuri
pembangunan dan
pesta tambak
(makam) yang
dilakukan di Lumban
Silalahi Pangururan
tanggal 17 – 19 Juni
1979.
Dengan
memperhatikan
penjelasan diatas dan
berdasarkan social
kultur dan territorial
tanah Silalahi sebagai
asal – usul dari marga
Silalahi adalah Silalahi
Nabolak. Tidak kurang
baiknya ( ndang
hurang hasangapon.)
kalau diluruskan
sejarahnya marga
Silalahi yang tinggal di
Tolping dan
Pangururan sebagai
yang terdapat dalam
Turasi dan Tarombo
Raja Silahisabungan
sebelum tahun 1930,
yaitu :
1. Siraja Tolping
adalah keturunan
Toguraja Sihaloho
atau keturunan
Partada anak
Debangraja (Ompu
Sinabang).
2. Sibursokraja adalah
anak Debangraja
(Sinabang) dari Silalahi
Nabolak yang memilih
namanya Ompu
Sinabang dan
kemudian bernama
Ompu Lahisabungan,
yang dimakamkan di
Pangururan.
3. Sedang Siraja
Bunga – bunga atau
Siraja Parmahan sejak
timbulnya pernyataan
Silahiraja tidak pernah
mengakuinya dan
mereka adalah
keturunan Sondiraja
dari Silalahi Nabolak
Perlu ditambahkan
bahwa menurut
kebiasaan atau adapt
di Pulau Samosir
semua marga Silalahi
yang tinggal selalu
mengakui “ pohon–
pohonan na Nauli
Basa “ di Silalahi
Nabolak. Hal ini
membuktikan bahwa
semua marga Silalahi
yang tinggal di
Pangururan atau
Tolping juga berasal
dari Silalahi Nabolak.
Dalam penyelesaian
masalah tidak tidak
perlu dibahas
perbedaan pendapat,
biar bagaimanapun
“adong siraja dok,
adong do siraja alus“
yang dapat
menimbulkan emosi
yang tidak ada
gunanya.
Yang perlu pikirkan
adalah anak cucu kita
dikemudian hari,
sangat ironis nanti dia
memakai marga
Silalahi tetapi rasa
sungkan mengatakan
asal –usulnya dari
Silalahi.
Apa lagi dimasa
pembangunan yang
akan datang tanah
leluhur kita Silalahi
Nabolak sebagai milik
kita bersama dan
merupakan
kebanggan semua
marga Silalahi perlu
ditanamkan rasa
persatuan dan
kesatuan dan rasa
bangga, itulah
keagungan nenek
moyangku Raja
Silahisabungan.
Dengan berpedoman
kepada Umpasa ni
ompunta na parjolo :
pauk –pauk hudali,
pago –pago terugi,
Na sala unang
didatdati, na hurang
tapauli
Walaupun demikian
pelurusan sejarah ini
tidak menjadi mutlak,
terpulang kepada
oknum atau kelompok
masing – masing
apakah dapat
menerima atau tidak.
No comments:
Post a Comment
Jika mau memberi tanggapan/komentar, di mohon dengan tulisan dan bahasa yang sopan dengan identitas yang jelas, jika identitas tidak jelas tidak akan ditanggapi.