Istilah sebutan “Boru
Raja” dipakai oleh
orang batak toba
untuk meletakkan
posisi seorang
perempuan dalam
setiap keluarga batak
lebih hormat. Sebutan
ini pernah dan kadang
kala terdengar oleh
saya diucapkan ayah
kepada ibu pada
waktu menyuruhnya
mengambilkan sesuatu
pas moment kongkow
(bincang-bincang
santai) pada hari
istirahat minggu pagi.
bersama keluarga di
ruang tamu.
“Raja” dalam filosofi
batak, berarti “yang
dihormati”. Keluarga
batak dari pihak
perempuan yang
disebut hula-hula
sering disimbolkan
sebagai “Raja”. Simbol
Raja bermakna
“ penghormatan”. Istri
seorang lelaki batak
sering dikatakan
sebagai “boru ni raja”
atau “putri si raja”.
Posisi
“ Tulang” (saudara
lelaki ibu saya), adalah
Raja bagi semua
kemenakannya.
Praktisnya, sebutan
“ boru raja” adalah
sebuah konsep
“ kehormatan” dan
“penghormatan”
untuk perempuan
batak yang dimulai
sejak ia lahir.
“ Kehormatan” dan
“penghormatan” ini
meliputi banyak aspek
seperti; kepatutan,
moral, etika,
sensitivitas, dignity,
pride, wisdom, tradisi
dan adat istiadat, dsb.
Siapapun dia, apakah
dia seorang
perempuan istri
Jendral atau pedagang
ikan teri di pasar
Senen, ia lahir didalam
konsep “boru raja”.
Konsep “Raja”
memiliki makna yang
sangat luas; memasuki
teritori adat, darah
dan keseharian
keluarga batak.
Pertengkaran-
pertengkaran di
kalangan keluarga
batak sering disudahi
dengan kalimat “Raja
do hita” atau
terjemahannya adalah
“ kita adalah raja”.
Artinya, kita tidak
akan merendahkan
diri kita untuk
mempertengkarkan
hal itu, karena
seorang
Raja tidak akan
merendahkan
martabatnya dengan
pertengkaran-
pertengaran,
perkelahian dsb.
Hebat kan konsep
“ ke-Raja-an” dalam
filosofi batak itu?
Walaupun dalam
prakteknya hal itu lah
yang paling susah
dilakukan oleh orang
batak. Mungkin
konsep itu dibuat oleh
opung-opung jaman
dulu untuk mengatasi
karakter “keras” orang
batak. Apapun itu,
betapapun sulitnya
mengimplementasikannya,
makna konsep itu luar
biasa.
Inti dari konsep “boru
raja” dalam filosofi
batak mengajarkan
setiap perempuan
batak untuk
memahami nilai-nilai
“ kehormatan”. Boru
Raja adalah nilai yang
melekat pada diri
seorang perempuan
Batak, yang bila mau
dijelaskan cukup satu
kata saja, yakni
Terhormat.
Perempuan terhormat,
tentunya tidak
badung, tidak nakal,
tidak selingkuh, tidak
memecah belah
keluarga, tidak
menindas suami, dan
banyak lagi tidak-tidak
lainnya.
No comments:
Post a Comment
Jika mau memberi tanggapan/komentar, di mohon dengan tulisan dan bahasa yang sopan dengan identitas yang jelas, jika identitas tidak jelas tidak akan ditanggapi.