Attirangga (Impatiens
balsamina Linn.)
di Tanah Batak
dikenal sebagai
tanaman hias di
pekarangan rumah.
Nama ilmiah tanaman
ini adalah Impatiens
balsamina Linn. dan
secara umum di
Indonesia dikenal
dengan nama pacar
air. Anak sangat
gemar bermain
dengan buah
attirangga di
pekarangan rumah
dimana tanaman ini
tumbuh karena buah
yang sudah matang
sangat gampang
pecah dan
memencarkan bijinya
lalu kulit buah
mengkerut dan anak-
anak gadis kecil
memakainya sebagai
kerabu (anting telinga)
mainan dengan
menjepitkannya di
daun telinga. Demikian
pulalah tanaman ini
ber-regeneratif
melalui buah matang
yang sangat sensitif
dengan sentuhan.
Attirangga sebagai
tanaman hias memang
indah, disamping
gampang tumbuhnya,
juga mempunyai
banyak jenis warna
bunga, dari yang
kuning, putih, merah,
merah jambu,
kombinasi-kombinasi
warna. Disamping
keindahannya ternyata
attirangga menyimpan
banyak khasiat untuk
berbagai penyakit
yang diderita oleh
manusia. Semua
bagian dari tanaman
attirangga, dari mulai
akar, batang, daun,
bunga, biji, dapat
dimanfaatkan untuk
pengobatan penyakit.
Penyakit perempuan
banyak yang dapat
diobati dengan
attirangga disamping
penyakit umum seperti
rematik, darah tinggi
dan bahkan dapat
mengatasi dan
mengobati kanker.
Attirangga
mengandung zat-zat
kimia aktif seperti
pada bunga yang
mengandung
anthocyanins,
cyanidin, delphinidin,
pelargonidin, malvidin,
kaempherol,
quercetin. Sementara
biji mengandung
saponin dan
kandungan minyak
seperti ?-spinasterol,
ß-ergosterol,
balsaminasterol,
parianaric acid,
quercetin,
nephthaquinon,
minyak terbang, dan
turunan kaempherol,
dan ada juga
kandungan racunnya,
dan oleh karena itu
harus diperhatikan
kontra indikasi
pemakaian.
Jenis-jenis penyakit
yang dapat dicegah
dan disembuhkan
oleh tumbuhan
attirangga adalah
antara lain: tumor
usus, kanker saluran
pencernaan, usus
buntu, tekanan darah
tinggi, rematik,
pembengkakan, sakit
pinggang, kaku
pinggang, leher kaku,
tarsuga (terkena duri
ikan ditenggorokan),
sigurdongon
(peradangan dipinggir
kuku), merangsang
pertumbuhan rambut,
pewarnaan kuku
seperti kuteks, dan
lain-lain.
Pengobatan secara
umum dapat
digunakan untuk luar
dan dalam. Untuk
pengobatan diminum
dilakukan dengan
perebusan. Untuk
penggunaan sebagai
obat luar dilakukan
dengan penghalusan.
Semuanya sebaiknya
sesuai resep-resep
yang diberikan dan
harus memperhatikan
pantangan seperti bagi
ibu hamil atau adanya
efek samping.
Berikut adalah resep-
resep dari Datu Bolon:
1) Kanker Karsinoma,
mencegah dan
mengobati: 15-60 gr.
biji dan 30 gr. rumput
mutiara (Hedyiotis
corimbosa) dicuci
bersih terlebih dahulu
lalu direbus dengan 3
gelas air bersih sampai
tersisa setengahnya.
Hasil rebusan disaring
dan diminum 2 x
sehari masing-masing
sebanyak setengahnya.
2) Kanker Saluran
Pencernaan: 10 gr. biji
direbus dengan 2
gelas air bersih sampai
tersisa 1 gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x sehari
masing-masing ½
gelas. Pemakaian obat
secara rutin.
3) Rematik: 15 gr.
akar, 30 gr. akar sawi
langit [Vernonia cierea
(L.) Less.], 15 gr. jahe
merah (Zingiber
officinale Rosc.).
Semua bahan diresus
dengan 3 gelas air. air
bersih sampai tersisa
sebanyak 1½ gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x atau 3x
sehari masing-masing ?
gelas.
4) Rematik Sendi:
Hanya menggunakan 5
gr. bunga attirangga
lalu direbus dengan 2
gelas air sampai tersisa
1 gelas. Rebusan
diminum 2x sehari
masing-masing ½
gelas.
5) Hipertensi (Darah
Tinggi): 10 gr. bunga,
100 gr. seledri/daun
sup (Apium graveolens
L.). Bahan direbus
dengan 2 gelas air
sampai tersisa 1 gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x sehari
masing-masing ½
gelas.
6) Sakit Pinggang
(Lumbago): 15 gr.
akar, 30 gr. akar sawi
langit [Vernonia cierea
(L.) Less.], 15 gr. jahe
merah (Zingiber
officinale Rosc.).
Semua bahan diresus
dengan 3 gelas air. air
bersih sampai tersisa
sebanyak 1½ gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x atau 3x
sehari masing-masing ?
gelas.
7) Pinggang Kaku: 15
gr. akar, 30 gr. akar
sawi langit [Vernonia
cierea (L.) Less.], 15 gr.
jahe merah (Zingiber
officinale Rosc.).
Semua bahan diresus
dengan 3 gelas air. air
bersih sampai tersisa
sebanyak 1½ gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x atau 3x
sehari masing-masing ?
gelas.
8). Leher Kaku: 15 gr.
akar, 30 gr. akar sawi
langit [Vernonia cierea
(L.) Less.], 15 gr. jahe
merah (Zingiber
officinale Rosc.).
Semua bahan diresus
dengan 3 gelas air. air
bersih sampai tersisa
sebanyak 1½ gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x atau 3x
sehari masing-masing ?
gelas.
9) Radang Usus Buntu
(Cronic appendicitis): 1
pohon attirangga
dicincang dan diaduk
merata dan diambil
sebanyak 30 gram
ditambah 30
sambiloto
(Androgaphis
paniculata) direbus
dengan 3 gelas air
hingga tersisa 1½
gelas. Rebusan
disaring dan diminum
sebanyak 3x sehari
masing-masing ½
gelas.
10) Mempermudah
Persalinan
(parturifasien): 10 gr.
biji direbus dengan 2
gelas air bersih sampai
tersisa 1 gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x sehari
masing-masing ½
gelas. Pemakaian obat
secara rutin.
11) Meluruhkan Haid
(emenagog): Bongkol
batang sebanyak 4-5
direbus dengan 2
gelas air. Rebusan
disaring dan diminum
sebanyak 3x. atau
resep berikut;
12) Meluruhkan Haid
(emenagog): 10 g biji,
30 g daun dewa
[Gynura segetum
(Lour.) Merr.], 10 g
temulawak (Curcuma
xanthorriza Roxb.).
Semua bahan drebus
dengan 2 gelas air
sampai tersisa 1 gelas.
Rebusan disaring dan
diminum 2x sehari
masing-masing ½
gelas.
13) Nyeri Haid
(dysmenorhoea): 10 gr
daun attirangga, 15 g
umbi rumput teki
(cyperus rotundus), 15
g temu hitam
(Curcuma aeruginosa
Roxb.). Semua bahan
direbus dengan 2
gelas air sampai tersisa
1 gelas. Rebusan
disaring dan diminum
2x sehari masing-
masing ½ gelas.
14) Terlambat Haid
(amenorrhea): Pohon
attirangga seluruhnya
dicincang dan diaduk
merata lalu diambil
sebanyak 15 g,
ditambah 10 g temu
putih (curcuma
zedoaria). Bahan
direbus dengan 2
gelas air sampai tersisa
1 gelas. Rebusan
disaring dan diminum
untuk 2x sehari.
15) Keputihan: 30g
daun attirangga
direbus dengan 3
gelas air sampai tersisa
1½ gelas. Rebusan
disaring untuk
diminum 2x sehari.
16) Bisul (baro, btk.)
(furunculus): 6g bunga
attirangga, 5 lembar
daun cocor bebek
[Kalanchoe pinnata
(Lam.) Pers.]. Bahan
direbus dengan 2
gelas air sampai
menjadi 1 gelas.
Rebusan disaring dan
diminum untuk 2x
sehari.
17) Bengkak karena
patah/retak tulang
(fraktur): Daun
attirangga ditumbuk
halus lalu ditempelkan
pada yang bengkak.
Untuk kompres dan
mencuci yang
bengkak, daun
attirangga direbus
sampai mendidih, lalu
didinginkan dan air
rebusan digunakan
untuk mencuci dan
ampas rebusan untuk
ditempelkan pada
yang bengkak.
18) Tarsuga (tertusuk
tulang ikan pada
tenggorokan): Akar
attirangga sepanjang 3
cm dicuci bersih lalu
dikunyah-kunyah dan
airnya diminum.
19. Sigurdongon /
radang pada pinggir
kuku: Daun attirangga
ditumbuk halus lalu
ditempelkan pada
yang bengkak. Untuk
kompres dan mencuci
yang bengkak, daun
attirangga direbus
sampai mendidih, lalu
didinginkan dan air
rebusan digunakan
untuk mencuci dan
ampas rebusan untuk
ditempelkan pada
yang bengkak.
20) Obat tempel luar;
untuk sakit seperti
bisul, rematik, radang
kulit bernanah,
bengkak memar darah
menggumpal
(hematoma), dapat
menggunakan bunga
attirangga yang
digiling dan
ditempelkan pada
yang sakit.
21) Pewarna Kuku:
Bunga attirangga
segar ditumbuk dan
dicampur sedikit tawas
lalu dengan teliti
ditempelkan pada
kuku dan dibalut.
Apabila tawas tidak
ada maka
penggantinya dapat
dicampur dengan air
kapur sirih atau asam/
jeruk sitrus
PERHATIAN !!!
PERHATIAN !!!
1. Wanita hamil
dilarang meminum
ramuan ini hkarena
dapat menimbulkan
keguguran.
2. Pemakaian rutin
untuk penyakit kronis
seperti kanker dan
penyakit kronis lainnya
mungkin mengalami
efek samping berupa
bibir kering
(xerostomia), mual
(neusea), tidak nafsu
makan (anorexia).
Untuk mengatasinya
maka pemakaian
dihentikan selama 2 –
3 hari dan dapat
dilanjutkan lagi sesuai
resep.
No comments:
Post a Comment
Jika mau memberi tanggapan/komentar, di mohon dengan tulisan dan bahasa yang sopan dengan identitas yang jelas, jika identitas tidak jelas tidak akan ditanggapi.