Sunday, 5 June 2011

Segit Tiga Bermuda

Segitiga Bermuda
(bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut 
Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa Sejarah awal Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “ cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut 
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan ’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir.
Piramid tersebut
mempunyai jarak antara
ujung piramid dan
permukaan laut sekitar
500 m, di ujung piramid
trsebut terdapat dua
rongga lubang lebih besar.
Penjelasan
beberapa sumber
Berikut adalah penjelasan
dari beberapa narasumber
yang menyatakan
keanehan Segitiga
Bermuda bahwa di sana
terdapat gas methan,
dianggap kapal yang
hilang di sana telah
melampaui batas kargo,
Pangkalan UFO, tempat
berkumpulnya para setan
golongan Jin (Istana
Setan) dan ada yang
mengatakan bahwa di
sanalah terletak telaga
"Air Kehidupan" yang
sanggup membuat awet
muda dan panjang umur.
Muatan berlebihan
(melebihi muatan yang
ditentukan)
Peta tempat-tempat yang
mengandung gas methana
Perusahaan asuransi laut
Lloyd's of London
menyatakan bahwa
segitiga bermuda
bukanlah lautan yang
berbahaya dan sama
seperti lautan biasa di
seluruh dunia, asalkan
tidak membawa angkutan
melebihi ketentuan ketika
melalui wilayah tersebut.
Penjaga pantai
mengkonfirmasi
keputusan tersebut.
Penjelasan tersebut
dianggap masuk akal,
ditambah dengan
sejumlah pengamatan dan
penyelidikan kasus.
Gas Methana dan
pusaran air
Penjelasan lain dari
beberapa peristiwa
lenyapnya pesawat
terbang dan kapal laut
secara misterius adalah
adanya gas metana di
wilayah perairan tersebut.
Teori ini dipublikasikan
untuk pertama kali tahun
1981 oleh Badan
Penyelidikan Geologi
Amerika Serikat. Teori ini
berhasil diuji coba di
laboratorium dan hasilnya
memuaskan beberapa
orang tentang penjelasan
yang masuk akal seputar
misteri lenyapnya
pesawat-pesawat dan
kapal laut yang melintas
di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari
U.S Geological Survey, air
bercahaya putih itulah
penyebabnya. Didaerah
segitiga maut Bermuda,
tapi juga di beberapa
daerah lain sepanjang tepi
pesisir benua, terdapat
"tambang metana".
tambang ini terbentuk
kalau gas metana
menumpuk di bawah
dasar laut yg tak dapat
ditembusnya. Gas ini
dapat lolos tiba2 kalau
dasar laut retak. Lolosnya
tdk kepalang tangung.
Dengan kekuatan yg luar
biasa, tumpukan gas itu
menyembur ke
permukaan sambil
merebus air, membentuk
senyawaan metanahidrat.
Air yang dilalui gas ini
mendidih sampai terlihat
sebagai "air bercahaya
putih". Blow out serupa yg
pernah terjadi dilaut
Kaspia sudah banyak
menelan anjungan
pengeboran minyak
sebagai korban. Regu
penyelamat yang
dikerahkan tidak
menemukan sisa sama
sekali. Mungkin karena
alat dan manusia yang
menjadi korban tersedot
pusaran air, dan jatuh
kedalam lubang bekas
retakan dasar laut, lalu
tanah dan air yg semula
naik ke atas tapi
kemudian mengendap lagi
didasar laut, menimbun
mereka semua.
Gempa laut dan
gelombang besar
Teori ini mengatakan
gesekan dan goncangan di
tanah di dasar Lautan
Atlantik menghasilkan
gelombang dahsyat dan
seketika kapal-kapal
menjadi hilang kendali
dan langsung menuju
dasar laut dengan kuat
hanya dalam beberapa
detik. Adapun
hubungannya dengan
pesawat, maka goncangan
dan gelombang kuat
tersebut menyebabkan
hilangnya keseimbangan
pesawat serta tidak
adanya kemampuan bagi
pilot untuk menguasai
pesawat.
Gravitasi
Gravitasi (medan graviti
terbalik, anomali magnetik
graviti) dan hubungannya
dengan apa yang terjadi di
Segitiga Bermuda;
sesungguhnya kompas
dan alat navigasi
elektronik lainnya di
dalam pesawat pada saat
terbang di atas Segitiga
Bermuda akan goncang
dan bergerak tidak
normal, begitu juga
dengan kompas pada
kapal, yang menunjukkan
kuatnya daya magnet dan
anehnya gravitasi yang
terbalik.
Pangkalan U.F.O.
Pemerintah dan Akademis
Independen A.S.
mengatakan Segitiga
Bermuda disebabkan
karena tempat tersebut
merupakan Pangkalan
UFO sekelompok mahkluk
luar angkasa/alien yang
tidak mau diusik oleh
manusia, sehingga
kendaraan apapun yang
melewati teritorial
tersebut akan terhisap
dan diculik. Ada yang
mengatakan bahwa
penyebabnya dikarenakan
oleh adanya sumber
magnet terbesar di bumi
yang tertanam di bawah
Segitiga Bermuda,
sehingga logam berton-
tonpun dapat tertarik ke
dalam.
Istana Setan
Dalam hadist yang
diriwayatkan dari Abu
Hurairah dari Nabi
Muhammad, dikatakan
bahwa pertemuan antara
suhu panas dan dingin
(sejuk) adalah dikatakan
larangan ini karena
tempat seperti itu adalah
tempat yang paling
digemari oleh Setan.[1]
Karena menurut beberapa
pendapat ada yang
mengatakan bahwa
Segitiga Bermuda
merupakan pusat
bertemunya antara arus
air dingin dengan arus air
panas, sehingga akan
mengakibatkan pusaran
air yang besar/dasyat.
Karena bermuda terletak
di perairan Atlantik di
pertengahan antara benua
Amerika bagian utara dan
Afrika. Secara mudah
lokasi ini adalah kawasan
pertembungan dua arus
panas dari Afrika dan
sejuk dari Amerika Utara.
Menurut beberapa orang
muslim meyakini dengan
hadist ini yang dianggap
telah terjawab tentang
misteri Bermuda. Perkara-
perkara aneh yang sering
terjadi itu tentu antara
lain disebabkan
pertembungan antara
panas dan sejuk dan
menganggap Istana iblis
terletak secara
tersembunyi di situ.
Kemudian dikatakan pula
bahwa Dajjal pada saat
sekarang menetap di
Segitiga Bermuda itu
sampai pada menjelang
kiamat ia akan keluar.
Air Kehidupan
Menurut Syaikh Imam M.
Ma ’rifatullah al-Arsy,
segitiga bermuda
merupan tempat titik
terujung di dunia ini. Di
tengah kawasan itu
terdapat sebuah telaga
yang airnya dapat
membuat siapa saja yg
meminumnya menjadi
panjang umur, ditempat
itu pula Nabi Khidzir
bertahta sebagai penjaga
sumber "Air Kehidupan"
tersebut. Syaikh Imam
Ma ’rifatullah berkata
kalau penyelamat akhir
Zaman Imam Mahdi akan
keluar dari Ghaibnya
melalui tempat tersebut
dengan menggunakan
jubah suci berwarna
kebiruan.
Tempat yang indah dan
berbahaya
Menurut sebuah naskah
kuno menyatakan bahwa
Raja Iskandar Agung
pernah mencoba masuk
ke kawasan agung itu dan
sekembalinya mereka
mengatakan bahwa
tempat itu berpasirkan
permata dan berbatukan
berlian. Tempat yang
dipenuhi dengan kabut
putih tebal itu sangat
indah untuk dipandang
tapi sangat berbahaya
untuk di datangi.[2]
Lorong waktu (worm
holes)
Dalam sejarah, orang,
kapal-kapal, pesawat
terbang dan lain-lain
sebagainya yang hilang
secara misterius seperti
yang sering kita dengar di
perairan Segitiga
Bermuda, sebenarnya
adalah masuk ke dalam
lorong waktu yang
misterius ini.
Seorang ilmuwan Amerika
yang bernama Ado
Snandick berpendapat,
mata manusia tidak bisa
melihat keberadaan suatu
benda dalam ruang lain,
itulah obyektifitas
keberadaan lorong waktu.
Dalam penyelidikannya
terhadap lorong waktu,
John Buckally
mengemukakan teori
hipotesanya sebagai
berikut:
Obyektifitas keberadaan
lorong waktu adalah
bersifat kematerialan,
tidak terlihat, tidak dapat
disentuh, tertutup untuk
dunia fana kehidupan
umat manusia, namun
tidak mutlak, karena
kadang-kadang ia akan
membukanya.
Lorong waktu dengan
dunia manusia bukanlah
suatu sistem waktu,
setelah memasuki
seperangkat sistem waktu,
ada kemungkinan kembali
ke masa lalu yang sangat
jauh, atau memasuki
masa depan, karena di
dalam lorong waktu
tersebut, waktu dapat
bersifat searah maupun
berlawanan arah, bisa
bergerak lurus juga bisa
berbalik, dan bahkan bisa
diam membeku.
Terhadap dunia fana di
bumi, jika memasuki
lorong waktu, berarti
hilang secara misterius,
dan jika keluar dari lorong
waktu itu, maka artinya
adalah muncul lagi secara
misterius.
Disebabkan lorong waktu
dan bumi bukan
merupakan sebuah sistem
waktu, dan karena waktu
bisa diam membeku,
maka meskipun telah
hilang selama 3 tahun, 5
tahun, bahkan 30 atau 50
tahun, waktunya sama
seperti dengan satu atau
setengah hari.
Meskipun beberapa teori
dilontarkan, namun tidak
ada yang memuaskan
sebab munculnya
tambahan seperti benda
asing bersinar yang
mengelilingi pesawat
sebelum kontak dengan
menara pengawas
terputus dan pesawat
lenyap.
Peristiwa-peristiwa
terkenal
Penerbangan 19
Pesawat pada
penerbangan TBF
Grumman Avenger,
mirip dengan
penerbangan 19
Salah satu kisah yang
terkenal dan bertahan
lama dalam banyaknya
kasus misterius mengenai
hilangnya pesawat-
pesawat dan kapal-kapal
yang melintas di segitiga
bermuda adalah
Penerbangan 19.
Penerbangan 19
merupakan kesatuan
angkatan udara dari lima
pesawat pembom
angkatan laut Amerika
Serikat.
Penerbangan itu terakhir
kali terlihat saat lepas
landas di Fort Lauderdale,
Florida pada tanggal 5
Desember 1945. Pesawat-
pesawat pada
Penerbangan 19 dibuat
secara sistematis oleh
orang-orang yang ahli
penerbangan dan
kelautan untuk
mengahadapi situasi
buruk, namun tiba-tiba
dengan mudah
menghilang setelah
mengirimkan laporan
mengenai gejala
pandangan yang aneh,
dianggap tidak masuk
akal.
Karena pesawat-pesawat
pada Penerbangan 19
dirancang untuk dapat
mengapung di lautan
dalam waktu yang lama,
maka penyebab hilangnya
dianggap karena
penerbangan tersebut
masih mengapung-apung
di lautan menunggu laut
yang tenang dan langit
yang cerah.
Setelah itu, dikirimkan
regu penyelamat untuk
menjemput penerbangan
tersebut, namun tidak
hanya pesawat
Penerbangan 19 yang
belum ditemukan, regu
penyelamat juga ikut
lenyap. Karena kecelakaan
dalam angkatan laut ini
misterius, maka dianggap
"penyebab dan alasannya
tidak diketahui".
Dan juga ditemukan
adanya kaitan segitiga
bermuda dengan atlantis
yang ditemukan adanya
penemuan kota-kota
kuno dan berbagai
bangunan di segitiga
bermuda tersebut".
Atlantis yang diduga
tenggelam dalam waktu
satu hari satu malam
diduga kuat tenggelam di
segitiga bermuda dan
beberapa kawasan lainnya
yang mirip dengan
kejadian yang ada pada
segitiga bermuda tersebut
salah satunya yaitu di
Indonesia, Malaysia, India,
dan lainnya".
Kronologi dari
beberapa peristiwa
terkenal
1840: HMS Rosalie
1872: The Mary Celeste,
salah satu misteri terbesar
lenyapnya beberapa kapal
di segitiga bermuda
1909: The Spray
1917: SS Timandra
1918: USS Cyclops (AC-4)
lenyap di laut berbadai,
namun sebelum
berangkat menara
pengawas mengatakan
bahwa lautan tenang
sekali, tidak mungkin
terjadi badai, sangat baik
untuk pelayaran
1926: SS Suduffco hilang
dalam cuaca buruk
1938: HMS Anglo
Australian menghilang.
Padahal laporan
mengatakan cuaca hari itu
sangat tenang
1945: Penerbangan 19
menghilang
1952: Pesawat British York
transport lenyap dengan
33 penumpang
1962: US Air Force KB-50,
sebuah kapal tanker,
lenyap
1970: Kapal barang
Perancis, Milton Latrides
lenyap; berlayar dari New
Orleans menuju Cape
Town.
1972: Kapal Jerman, Anita
(20.000 ton), menghilang
dengan 32 kru
1976: SS Sylvia L. Ossa
lenyap dalam laut 140 mil
sebelah barat Bermuda.
1978: Douglas DC-3
Argosy Airlines Flight 902,
menghilang setelah lepas
landas dan kontak radio
terputus
1980: SS Poet; berlayar
menuju Mesir, lenyap
dalam badai
1995: Kapal Jamanic K
(dibuat tahun 1943)
dilaporkan menghilang
setelah melalui Cap
Haitien
1997: Para pelayar
menghilang dari kapal
pesiar Jerman
1999: Freighter Genesis
hilang setelah berlayar
dari Port of Spain menuju
St Vincent.

No comments:

Post a Comment

Jika mau memberi tanggapan/komentar, di mohon dengan tulisan dan bahasa yang sopan dengan identitas yang jelas, jika identitas tidak jelas tidak akan ditanggapi.