Saturday, 4 June 2011

Utte Pangir (Jeruk Purut)

Unte Pangir (Citrus
hystrix DC.)
Orang Batak sangat
mengenal yang
disebut Unte Pangir
atau dalam bahasa
Indonesia disebut
Jeruk Purut atau
bahasa latinnya Citrus
hystrix DC. Pada jaman
dimana orang Batak
masih menganut
agama Mulajadi, maka
unte pangir menjadi
salah satu media ritual
untuk pemujaan,
namun saat ini pamor
unte pangir sudah
hampir sama dengan
nasibnya kemenyan.
Banyak orang Batak
bila mendengar nama
unte pangir akan
berkonotasi negatif
kepada asumsi
pemujaan setan,
padahal sebelum
orang batak mengenal
yang namanya
shampoo maka unte
pangir adalah salah
satu bahan pencuci
rambut yang sangat
manjur untuk menjaga
kebersihan rambut.
Orang Batak dahulu,
terutama para datu
(cerdik cendekia)
menggunakan unte
pangir untuk
membersihkan seluruh
badan sewaktu mandi.
Setelah mengguyur
seluruh tubuh dengan
air (biasanya di
pancuran) maka
sebelah potongan
unte pangir diperas di
atas kepala lalu
rambut dikeramas.
Dijamin bahwa kulit
kepala akan terbebas
dari ketombe.
Pemakaian jeruk purut
di kepala tidak terasa
pedih karena
kandungan asam
sitratnya tidak terlalu
tinggi dibanding jeruk
nipis. Rambut-rambut
lainnya seperti pada
ketek/ketiak dan
rambut di tempat
rahasia lainnya yang
rawan sebagai tempat
bersemayamnya para
pasukan kuman
selayaknyalah dicuci
dengan unte pangir
sehingga terbebas dari
kuman yang umumnya
menimbulkan bau dan
gatal. Kulit hasil
perasan berfungsi
untuk menggosok
seluruh kulit badan
sewaktu mandi, maka
daki-daki dan kuman
yang bersembunyi
dibalik sel kulit yang
mati akan lari
tunggang langgang
meninggalkan tubuh.
Maka bila anda
menggunakan sebutir
unte pangir sebagai
pengganti sabun 2 x
seminggu maka tubuh
anda akan benar-
benar bersih. Kalau
fisik anda total bersih
plus iman anda bersih
maka bila anda
berhubungan dengan
tuhan anda niscaya
anda layak
diterimanya.
Sampai sekarang ini,
dalam proses-proses
ritual tertentu, unte
pangir masih menjadi
media simbol
kebersihan bukan saja
oleh orang-orang
Batak tetapi suku-suku
lainnya di Indonesia.
Dalam praktek-
praktek perdukunan
(ilmu pengobatan)
oleh dukun Batak
biasanya menyediakan
unte pangir yang
dipasangkan dengan
daun sirih dan sebutir
telur, disamping air
bersih yang ditaruh di
dalam sebuah cawan.
Bahan-bahan ini
digunakan oleh
seorang dukun untuk
memulai proses ritual
meminta petunjuk dari
Sang Pencipta Alam
Semesta – Mulajadi
Nabolon yang
dianggap sebagai
sumber pengetahuan
untuk memberikan
pengobatan penyakit
fisik atau non-fisik.
Biasanya sang dukun
akan memejamkan
matanya
berkonsentrasi, lalu
mengucapkan kalimat-
kalimat tertentu
sebagai mantra. Kalau
orang Batak masa kini
yang sudah
meninggalkan agama
leluhurnya dan
menganut agama dari
luar yang di anutnya
juga melakukan ritual
komunikasi dengan
tuhannya dengan
menutup mata dan
mengucapkan kata-
kata yang disebut doa,
bahkan dalam
keadaan tubuh dan
jiwa kotor
diperkenankan
melakukan pemujaan
kepada tuhannya.
Mungkin anda belum
pernah tau bahwa
Bika Ambon, makanan
jenis kue yang sangat
terkenal sebagai oleh-
oleh dari Kota Medan,
bahan aktif
aromatiknya terbuat
dari parutan kulit
buah unte pangir.
Kalau tidak diberikan
parutan kulit buah
unte pangir maka
kekhasan Bika Ambon
sudah pasti dikatakan
tidak enak. Bila anda
memasak gule, apakah
gule kepala kakap,
atau gule ayam,
apabila tidak
diberikan beberapa
lembar daun unte
pangir maka gule
anda belum syah
sebagai gule yang
lezat.
Apabila anda membeli
unte pangir untuk
keperluan anda, maka
paling gampang
mencarinya di penjual
bunga tabur yang ada
disetiap pasar
tradisional. Bila anda
ada di Jakarta maka
hampir semua pasar
tradisional ada
menjual unte pangir
dengan harga rata-
rata Rp 3.000 per
butir, tetapi bila anda
membelinya di Pasar
Senen Jakarta maka
harganya Rp 10.000
per butir karena di-
klaim berasar dari
Medan (Brastagi) yang
lebih baik kualitasnya
dan penjual
mengiming-iming lebih
manjur.
Unte pangir dikenal
juga oleh suku-suku
lainnya dengan
sebutan jeruk purut
oleh orang Melayu
dan Jawa, parale oleh
orang Makassar,
lemon papeda oleh
orang Ambon, lemon
titigila oleh orang
Ternate, percupin
orange oleh orang
Inggris, bai magrut
oleh orang Cina, dan
bahasa ilmunya Citrus
hystrix DC. Rasa asam
pada unte pangir
mengandung sedikit
asin, dan mengandung
sekitar 1,5% steroid
triterpenoid, 1,8%
tanin, dan sitrat
sekitar 2,5% sehingga
unte pangir bersifat
penyegar dan
stimulan. Banyak
kesan mengatakan
tidak semua dapat
berhasil menanam
unte pangir, padahal
penanamannya biasa
saja yang dapat
ditanam melalui biji
atau cangkok dengan
menjaga kelembaban
tanan dan cukup sinar
matahari.
Berikut adalah resep-
resep dari Datu Bolon:
1. Influenza: 1 butir
unte pangir diseduh
dengan ½ cangkir air
panas dan diminum
selagi hangat 2 x
sehari.
2. Kulit Kotor: 1 butir
unte pangir dibelah
dua dan masing
belahan digosokkan
ke kulit yang kotor
selama 30 menit lalu
dibilas dengan air.
3. Rambut
berketombe dan bau:
1 butir unte pangir
dibelah dan diremas-
remas sampai hancur
dan tambahkan sedikit
air bersih. Air remasan
disaring lalu
dikeramas di rambut
sampai mengena pada
kulit rambut lalu
dibilas dengan air.
4. Badan Lemas tak
bersemangat: 1 butir
unte pangir diperas
dan dicampur dengan
segelas air lalu
diminum.

No comments:

Post a Comment

Jika mau memberi tanggapan/komentar, di mohon dengan tulisan dan bahasa yang sopan dengan identitas yang jelas, jika identitas tidak jelas tidak akan ditanggapi.